Klausa Relatif dan Urutan Kata Dalam Kalimat

0
555

Memperlakukan kata kerja dan keadaan benda seperti layaknya kata sifat

Apakah kamu telah menyadari bahwa dalam tata bahasa jepang berbagai bentuk kata kerja dan keadaan benda dikonjugasikan dengan cara yang mirip dengan kata-sifat-i? Hal ini karena dalam pengertian tertentu, mereka memang kata sifat i. sebagai contoh, kalimat “Orang yang tidak makan pergi ke bank”. klausa “tidak makan” mendeskripsikan orang dan dalam bahasa jepang, kamu dapat secara langsung memodifikasi kata benda ‘orang’ dengan klausa ‘tidak makan’ seperti layaknya kata sifat biasa. Karena kita telah belajar penggunaan kata sifat, maka dengan metode yang sama kita pun juga bisa memodifikasi sebuah kata benda dengan frase keadaan benda maupun frase kata kerja apa pun!

Menggunakan klausa keadaan benda sebagai kata sifat

Kosa Kata

  1. 国際 【こく・さい】 – internasional
  2. 教育 【きょう・いく】 – pendidikan
  3. センター – center / pusat
  4. 登場 【とう・じょう】 – muncul / masuk (panggung)
  5. 人物 【じん・ぶつ】 – karakter
  6. 立入 【たち・いり】 – memasuki
  7. 禁止 【きん・し】 – larangan
  8. 学生 【がく・せい】 – siswa
  9. 【ひと】 – orang
  10. 学校 【がっ・こう】 – sekolah
  11. 行く 【い・く】 (kerja-u) – pergi
  12. 子供 【こ・ども】 – anak
  13. 立派 【りっ・ぱ】 (sifat-na) – baik-baik, elegan
  14. 大人 【おとな】 – dewasa
  15. なる (kerja-u) – menjadi
  16. 友達 【とも・だち】 – teman
  17. いい (sifat-i) – bagus
  18. 先週 【せん・しゅう】 – minggu lalu
  19. 医者 【い・しゃ】 – dokter
  20. 仕事 【し・ごと】 – pekerjaan
  21. 辞める 【や・める】 (kerja-ru) – keluar

Bentuk konjugasi negatif, lampau, dan lampau negatif dari kata kerja bisa digunakan seperti layaknya kata sifat untuk secara langsung memodifikasi kata benda. Hanya saja kita tidak bisa melakukannya dengan bentuk polos tak lampau dari keadaan benda menggunakan 「だ」. Ada partikel tersendiri yang bisa digunakan untuk bentuk ini yang akan kita pelajari pada sesi selanjutnya.

Kamu tidak bisa menggunakan 「だ」 untuk secara langsung memodifikasi kata benda seperti yang bisa kamu lakukan dengan 「だった」、「じゃない」、dan 「じゃなかった」.

Namun kamu bisa punya beberapa serangkaian kata benda yang ditempatkan bersama-sama asal tidak dimaksudkan untuk memodifikasi satu sama lain. Sebagai contoh, frase seperti “Pusat Pendidikan Internasional”. Kamu bisa melihat bahwa pada contoh tersebut hanya terdiri dari serangkaian kata benda yang secara tata bahasa tidak ada modifikasi pada masing-masing kata benda di dalamnya. frase tersebut bukan “Pusat Pendidikan yang Internasional” maupun “Pusat untuk Pendidikan Internasional” melainkan hanya “Pusat Pendidikan Internasional”. Dalam bahasa jepang bisa diungkapkan sebagai 「国際教育センタ」 (atau 「センター」). Nantinya kamu akan melihat rangkaian kata seperti ini dalam berbagai kombinasi. Terkadang beberapa kombinasi tertentu sangat sering digunakan sehingga telah menjadi sebuah kata tersendiri bahkan dalam beberapa kamus menjadi sebuah entri yang terpisah. Beberapa contoh diantaranya adalah 「登場人物」、「立入禁止」、atau 「通勤手当」. Jika kamu mengalami kesulitan dalam menentukan pemisahan kata, kamu bisa menggunakan WWWJDICs untuk mengurai tiap kata dalam sebuah text jepang.

Contoh

Berikut ini beberapa contoh modifikasi langsung dari kata benda menggunakan klausa kata benda yang sudah terkonjugasi. Klausa kata benda diberi warna merah.

  1. 学生じゃないは、学校行かない
    Orang yang bukan siswa tidak pergi ke sekolah.
  2. 子供だったラニが立派大人なった
    Rani yang dulunya anak-anak telah menjadi orang dewasa yang baik/terhormat.
  3. 友達じゃなかったラニは、いい友達なった
    Rani yang dulunya bukan teman telah menjadi teman baik.
  4. 先週医者だったトノは、仕事辞めた
    Tono yang minggu kemarin adalah seorang dokter telah keluar dari pekerjaannya.

Menggunakan klausa relatif kata kerja sebagai kata sifat

Kosa Kata

  1. 先週 【せん・しゅう】 – minggu lalu
  2. 映画 【えい・が】 – film
  3. 見る 【み・る】 (kerja-ru) – melihat
  4. 【ひと】 – orang
  5. 【だれ】 – siapa
  6. いつも– selalu
  7. 勉強 【べん・きょう】 – belajar
  8. する (pengecualian) – melakukan
  9. 赤い 【あか・い】 sifat-i) – merah
  10. ズボン – celana
  11. 買う – membeli
  12. 友達 【とも・だち】 – teman
  13. 晩ご飯 【ばん・ご・はん】 – makan malam
  14. 食べる 【た・べる】 (kerja-ru) – makan
  15. 銀行 【ぎん・こう】 – bank

Klausa kata kerja juga bisa digunakan layaknya kata sifat untuk memodifikasi kata benda. Contoh dibawah ini menunjukan bagaimana kita bisa membuat kalimat yang detail dan rumit menggunakan klausa kata kerja.

Contoh

  1. 先週映画見た
    Orang yang menonton film minggu lalu siapa?
  2. ルディは、いつも勉強するだ。
    Rudi adalah orang yang selalu belajar.
  3. 赤いズボン買う友達はルディだ。
    Teman yang membeli celana merah adalah Rudi.
  4. 晩ご飯食べなかったは、映画見た銀行った。
    Orang yang tidak makan malam, pergi ke bank yang dilihatnya di film.

Urutan kata dalam kalimat bahasa Jepang

Kosa Kata

  1. 【わたし】 – saya (netral)
  2. 公園 【こう・えん】 – taman umum
  3. お弁当 【お・べん・とう】 – kotak makan siang
  4. 食べる 【た・べる】 (kerja-ru) – makan
  5. 学生 【がく・せい】 – murid
  6. 行く 【い・く】 (kerja-u) – pergi

Kita telah memahami konsep dari klausa relatif dan penggunaannya untuk membuat suatu kalimat bahasa jepang, sekarang kita bisa mulai belajar tentang urutan susunan kata dalam kalimat bahasa jepang.

Struktur dasar dari sebuah kalimat dalam bahasa indonesia terdiri beberapa elemen seperti [Subjek] [Predikat/Kata Kerja] [Objek] yang dirangkai secara berurutan. Sebuah kalimat tidak akan benar secara tata bahasa jika ada elemen yang hilang atau jika urutannya tidak sesuai.

Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa urutan susunan kata dalam bahasa jepang adalah kebalikan dari bahasa indonesia. Bahkan beberapa pengajar bahasa jepang mungkin ada yang mengajarkan bahwa urutan kalimat dalam bahasa jepang adalah [Subjek] [Objek] [Predikat/Kata Kerja]. Hanya saja yang sesungguhnya dalam bahasa jepang tidak seperti itu. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya tentang kata kerja dasar, sebuah kata kerja sudah merupakan sebuah kalimat lengkap secara tata bahasa jepang.

Segala sesuatu yang ada sebelum kata kerja tidak harus ada dan tidak harus tersusun dalam suatu urutan tertentu.

Pada kenyataannya, urutan seperti [Objek] [Subjek] [Kata Kerja] atau hanya [Objek] [Kata Kerja], dua-duanya benar dan lengkap secara tata bahasa jepang. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh dibawah ini. Seluruh contoh urutan dibawah ini adalah benar dan lengkap.

Contoh urutan kalimat yang benar secara tata bahasa

  1. 公園お弁当食べた
  2. 公園お弁当食べた
  3. お弁当公園食べた
  4. お弁当食べた
  5. 食べた

Tidak perlu khawatir apakah kalimat yang kamu buat sudah dalam urutan yang benar. Hanya saja, ingatlah aturan dibawah ini

Urutan Kata Dalam Kalimat Bahasa Jepang

Sebuah kalimat lengkap harus memiliki kata kerja yang berada paling akhir. Ini juga berlaku untuk penyataan keadaan benda.
Contoh

  1. 食べた
  2. 学生(だ)

Sebuah kalimat lengkap (klausa relatif) bisa digunakan untuk memodifikasi kata benda untuk membuat sebuah kalimat dengan klausa relatif bertingkat. kecuali pada kasus 「だ」.
Contoh

  • お弁当食べた学生公園った。
    Siswa yang telah makan siang pergi ke taman.

Daftar Materi Belajar Tata Bahasa Jepang