Kata Keterangan Dan Partikel Di Akhir Kalimat

0
338

Dalam tata bahasa Jepang, mengubah kata sifat menjadi kata keterangan sangat mudah dan simpel. Selain itu karena sistem dari partikel membuat urutan kata dalam kalimat menjadi fleksibel, kata keterangan dapat ditempatkan dimana pun dalam klausa dimana kata keterangan itu berlaku selama kata keterangan tersebut berada sebelum kata kerja. Seperti biasa kita punya dua aturan yang berbeda antara kata-sifat-i dan kata-sifat-na.

Kosa Kata

  1. 早い 【はや・い】 (sifat-i) – cepat, awal
  2. きれい (sifat-na) – cantik, bersih
  3. 朝ご飯 【あさ・ご・はん】 – sarapann
  4. 食べる 【た・べる】(kerja-ru) – makan
  5. 走る 【はし・る】 (kerja-u) – berlari
  6. 自分 【じ・ぶん】 – diri sendiri
  7. 部屋 【へ・や】 – ruangan
  8. 映画 【えい・が】 – film
  9. たくさん – banyak (jumlah)
  10. 見る 【み・る】 – melihat, menonton
  11. 最近 【さい・きん】 – akhir-akhir ini, belakangan ini
  12. 全然 【ぜん・ぜん】 – tidak sama sekali (saat digunakan dengan negatif)
  13. 【こえ】 – suara
  14. 結構 【けっ・こう】 – cukup, wajar
  15. 大きい 【おお・きい】(sifat-i) – besar
  16. この – ini (singkatan dari これの)
  17. 【まち】 – kota
  18. 変わる 【か・わる】(kerja-u) – berubah
  19. 図書館 【と・しょ・かん】 – perpustakaan
  20. 【なか】 – dalam
  21. 静か 【しず・か】(sifat-na) – tenang, senyap
  22. する (pengecualian) – melakukan

Cara mengubah kata sifat menjadi kata keterangan

Untuk kata sifat-i: Ganti 「い」 dengan 「く」.
Contoh:
Untuk kata-sifat-na: Tambahkan partikel target 「に」.
Contoh: きれいきれい

Contoh:

  • ルディは朝ご飯早く食べた
    Rudi telah/tadi makan sarapann dengan cepat.

Kata 「早く」 mungkin agak berbeda dengan kata “cepat” pada bahasa indonesia karena kata tersebut juga bisa bermakna “awal waktu”. Dengan begitu maka kalimat diatas juga bisa berarti “Rudi telah memakan sarapann nya lebih awal” tergantung konteksnya. Pada jenis kalimat seperti 「早く走った」 maka biasanya akan berarti “cepat” dan bukan “awal waktu”. Namun walau bagaimana pun tetap saja masih tergantung konteksnya.

  • ラニは自分部屋きれいした
    Rani melakukan kamarnya sendiri menuju bersih.

Dengan melihat terjemahan harfiah ini mungkin akan memberimu petunjuk tentang kenapa partikel target digunakan. Memang ada beberapa argumen yang tidak setuju menyebut ini sebagai kata keterangan namun akan lebih meemudahkan bagi kita jika menganggapnya sebagai kata keterangan karena dengan adanya pembagian antara kata-sifat-i dan kata-sifat-na. Jika menganggapnya sebagai sebuah kata keterangan maka kita bisa mengartikan kalimat tersebut menjadi “Rani melakukan kamarnya dengan bersih” yang juga berarti “Rani membersihkan kamarnya”. 「きれい」 secara harfiah bermakna “cantik” kamu mungkin juga bisa menganggapnya sebagai “Rani mempercantik kamarnya”

Tidak semua kata keterangan berasal dari kata sifat. Beberapa kata seperti 「全然」 and 「たくさん」 merupakan murni kata keterangan  tanpa konjugasi apa pun. Kata kata ini bisa digunakan secara langsung tanpa harus menggunakan partikel seperti layaknya kata keterangan biasa.

  1. 映画たくさん見た
    Telah menonton banyak film.
  2. 最近全然食べない
    Akhir-akhir ini, tidak makan sama sekali.

Contoh

Berikut ini lebih banyak lagi contoh penggunaan kata keterangan.

  1. ルディのは、結構大きい
    Suara nya Rudi cukup besar.
  2. このは、最近大きく変わった
    Kota ini, akhir-akhir ini telah berubah dengan besar. (Kota ini, akhir-akhir ini telah banyak berubah)
  3. 図書館では、静かする
    Di dalam perpustakaan, (kita harus) melakukan (sesuatu) dengan senyap. (Di dalam perpustakaan kita harus tenang)

Partikel di akhir kalimat

Kosa Kata

  1. いい (sifat-i) – bagus
  2. 天気 【てん・き】 – cuaca
  3. そう – seperti itu, demikian
  4. 面白い 【おも・しろ・い】(sifat-i) – menarik
  5. 映画 【えい・が】 – film
  6. 全然 【ぜん・ぜん】 – tidak sama sekali (saat digunakan dengan negatif)
  7. 時間 【じ・かん】 – waktu
  8. ある (kerja-u) – ada (benda mati)
  9. 大丈夫 【だい・じょう・ぶ】 (sifat-na) – tidak apa-apa
  10. 今日 【きょう】 – hari ini
  11. うん – ya (kasual, sehari-hari)
  12. でも – tapi
  13. 明日 【あした】 – besok
  14. 【あめ – hujan
  15. 降る 【ふ・る】(kerja-u) – jatuh, turun
  16. 【さかな】 – ikan
  17. 好き 【す・き】 (sifat-na) – suka

Partikel di akhir kalimat selalu berada pada akhir kalimat untuk mengubah “kesan” atau “nada” dari sebuah kalimat. Pada sesi kali ini kita akan mempelajari dua partikel di akhir kalimat yang paling sering digunakan dalam bahasa jepang.

Partikel di akhir kalimat「ね」

Orang-orang jepang biasanya menambahkan 「ね」 di akhir sebuah kalimat pada saat mereka sedang mencari atau mengharapkan persetujuan dari apa yang mereka katakan. Dalam bahasa Indonesia mungkin sepadan dengan kata, “ya” dan “kan”.

Contoh 1

ルディ:いい天気
Rudi: Cuaca yang bagus ya.

ラニ:そう
Rani: iya ya.

terjemahan  「そうね」 bisa bermakna “memang begitu ya” yang pada dasarnya merupakan persetujuan namun juga terdapat intonasi keraguan. Untuk laki-laki biasanya akan menggunakan, 「そうだね」.

Contoh 2

ラニ:おもしろい映画だった
Rani: Tadi film yang menarik ya.

ルディ:え?全然おもしろくなかった
Rudi: Eh? tadi tidak menarik sama sekali.

Karena Rani mengharapkan persetujuan bahwa film nya tadi menarik Rudi pun terkejut karena dia sama sekali tidak berpikir bahwa film nya bagus. (「え」adalah ungkapan terkejut atau bingung.)

Partikel di akhir kalimat 「よ」

Saat 「よ」 ditempelkan di akhir kalimat bahasa jepang, maka itu menunjukan bahwa sang pembicara sedang memberi tahu tentang sesuatu yang baru. Dalam bahasa indonesia terjemahan yang mungkin mendekati adalah “lho” dan “tahu”. Sebagai contoh saat kita akan mengatakan, “sudah pagi tahu!” atau “Aku ini ganteng lho”.

Contoh 1

ラニ:時間ない
Rani: Tidak ada waktu lho.

ルディ:大丈夫
Rudi: tidak apa-apa, tahu.

Contoh 2

ラニ:今日いい天気だね。
Rani: Hari ini cuaca nya bagus ya.

ルディ:うんでも明日降る
Rudi: Ya. Tapi besok akan turun hujan lho.

Penggabungan dua partikel di akhir kalimat 「よね」

Kamu juga bisa menggabungkan dua partikel yang telah kita pelajari untuk membuat 「よね」. Ini biasanya digunakan saat kamu ingin memberi tahu seseuatu yang baru pada pendengar dan pada saat bersamaan juga mengharap persetujuan dari pernyataan itu. Saat menggabungkan kedua partikel ini urutannya harus selalu 「よね」 dan tidak boleh dibalik. Secara arti mungkin bisa diterjemahkan menjadi “lho ya” atau “lho kan”.

Contoh

ラニ:ルディは、好きなんだよね
Rani: Rudi, (kamu) suka ikan lho, ya kan?.

ルディ:そうだね。
Rudi: iya ya.

Daftar Materi Belajar Tata Bahasa Jepang