Bentuk Sopan dan Akar Kata Kerja Bahasa Jepang

0
747

Tidak bersikap kasar di jepang

Tata Bahasa jepang yang telah kita pelajari sejauh ini sudah bagus dan bisa diterapkan. Namun sayang nya orang dewasa diharapkan untuk menggunakan bahasa yang lebih sopan yang disebut 丁寧語 ketika berbicara dengan orang-orang tertentu. Misalnya ketika berbicara dengan orang orang status sosialnya lebih tinggi atau dengan orang yang belum begitu akrab. Tentang kapan penggunaan dari jenis bahasa ini sebenarnya tergantung “rasa”. Hanya saja, ada baiknya untuk konsisten pada satu bentuk saja untuk setiap orang.

Kosa Kata

  1. 丁寧語 【てい・ねい・ご】 – bahasa sopan
  2. 尊敬語 【そん・けい・ご】 – bahasa kehormatan
  3. 謙譲語 【けん・じょう・ご】 – bahasa khidmat
  4. はい – ya (sopan)
  5. いいえ – tidak (sopan)

Kedepannya nanti kita juga akan belajar bentuk yang lebih sopan lagi dari bahasa jepang yang disebut bahasa kehormatan (尊敬語) dan bahasa khidmat (謙譲語). Akan sangat berguna nantinya jika kamu mempelajari kedua gaya bahasa ini karena pegawai toko, resepsionis dan sejenisnya akan berbicara menggunakan bentuk ini. Tapi untuk sekarang, mari berkonsentrasi dulu untuk mempelajari bentuk 丁寧語 yang merupakan dasar dari 尊敬語 dan 謙譲語.

Untungnya, tidak sulit untuk mengubah dari bahasa santai ke bahasa sopan. Mungkin ada sedikit perubahan kosa kata misalnya, “ya” dan “tidak” menjadi 「はい」 dan 「いいえ」, dan jenis akhiran kalimat yang terlalu non formal tentunya juga tidak akan digunakan dalam bahasa sopan. Kita akan belajar tentang akhiran kalimat untuk bentuk sopan ini pada sesi selanjutnya. Pada dasarnya, satu-satunya perbedaan utama antara bahasa sopan dan bahasa santai bisa dilihat pada akhir kalimat. Kamu bahkan tidak akan tahu apakah seseorang sedang menggunakan bahasa sopan atau santai sampai seluruh kalimatnya selesai.

Akar dari kata kerja

Kosa Kata

  1. 食べる 【た・べる】 (kerja-ru) – makan
  2. 泳ぐ 【およ・ぐ】 (kerja-u) – berenang
  3. する (pengecualian) – melakukan
  4. 来る 【く・る】 (pengecualian) – datang
  5. 怒る 【おこ・る】 (kerja-u) – marah
  6. 鉄拳 【てっ・けん】 – pukulan
  7. 休み 【やす・み】 – istirahat, liburan
  8. 飲む 【の・む】 (kerja-u) – minum
  9. 明日 【あした】 – besok
  10. 昨日【きのう】 – kemarin
  11. 映画 【えい・が】 – film
  12. 見る 【み・る】 (kerja-ru) – melihat
  13. 行く 【い・く】 (kerja-u) – pergi
  14. 友達 【とも・だち】 – teman
  15. 遊ぶ 【あそ・ぶ】 (kerja-u) – bermain
  16. 楽しむ 【たの・しむ】 (kerja-u) – menikmati
  17. 出す 【だ・す】 (kerja-u) – mengeluarkan
  18. 走る 【はし・る】 (kerja-u) – berlari
  19. 走り出す 【はし・り・だ・す】 (kerja-u) – mulai berlari
  20. 着る【き・る】 (kerja-ru) – mengenakan
  21. 替える 【か・える】 (kerja-ru) – mengganti
  22. 着替える 【き・が・える】 (kerja-ru) – mengganti yang dikenakan (mengganti baju)
  23. 付ける 【つ・ける】 (kerja-ru) – menempelkan
  24. 加える 【くわ・える】 (kerja-ru) – menambah
  25. 付け加える 【つ・け・くわ・える】 (kerja-ru) – menambah sesuatu ke sesuatu yang lain
  26. 言う 【い・う】 (kerja-u) – berbicara
  27. 言い出す 【い・い・だ・す】 (kerja-u) – mulai berbicara

Untuk dapat mengkonjugasikan semua jenis kata kerja yakni kata kerja u dan kata kerja ru ke dalam masing-masing bentuk sopannya, pertama-tama kita harus belajar tentang akar kata kerja. Akar ini juga sering disebut sebagai akar masu atau masu-stem dalam berbagai buku pelajaran bahasa jepang. Tapi disini kita hanya akan menyebutnya sebagai akar karena bentuk ini juga banyak digunakan dalam berbagai konjugasi lain selain bentuk masu. Akar kata kerja sangat mudah dibuat dan sangat berguna untuk digunakan dalam berbagai jenis tata bahasa jepang lain.

Aturan untuk mengekstrak akar kata kerja

Untuk kata kerja ru: buang 「る」
Contoh: 食べ食べ

Untuk kata kerja u: Ganti vokal suara /u/ pada akhir kata denga vokal suara /i/.
Contoh:

Pengecualian:
する」 menjadi 「し」
くる」 menjadi 「き」

Akar kata kerja saat berdiri sendiri dapat digunakan untuk membuat kata benda dari kata kerja. Berbeda hal nya dengan partikel 「の」 yang membuat kita bisa memperlakukan kata kerja seolah-olah sebagai kata benda, akar kata kerja akan benar-benar mengubah kata kerja menjadi kata benda. Pada beberapa kasus, akar kata kerja jauh lebih sering digunakan daripada kata kerjanya itu sendiri. Sebagai contoh, akar dari 「怒る」(いかる) lebih sering digunakan daripada kata kerjanya. Film “Fists of Fury” diterjemahkan sebagai 「怒り鉄拳」 dan bukannya 「怒る鉄拳」. Pada kenyataannya jika ditulis 「怒る」 maka hampir akan selalu dibaca 「おこる」, sebuah kata kerja yang sepenuhnya berbeda namun dengan arti dan kanji yang sama. Ada beberapa kata benda (misal 「休み」) yang sebenarnya berasal dari akar kata kerja namun digunakan sebagai mana layaknya kata benda biasa. Hanya saja pada umumnya, kita tidak bisa mengubah sembarang kata kerja menjadi kata benda. Sebagai contoh, kalimat dibawah ini salah.

  • 飲みをする
    (Kalimat ini masuk akal, tapi tidak ada orang yang berbicara seperti ini)

Hanya saja, ada satu tata bahasa jepang yang secara umum bisa digunakan untuk semua akar kata kerja. Yakni dengan menjadikan akar tersebut sebagai target dari kata kerja gerak. Kata kerja gerak ini hampir selalu menggunakan 「行く」 dan 「来る」 . Tata bahasa ini akan bermakna “pergi untuk atau datang untuk melakukan [suatu kata kerja]”. Berikut ini adalah contoh penggunaanya.

  • 明日映画行く。- Besok, pergi untuk melihat film.
    に」 adalah akar dari 「見る」 (dimana ) dikombinasikan dengan partikel target 「に」.

Partikel bergerak 「へ」 secara literal terdengar seolah-olah  kamu pergi atau datang ke sesuatu sedangkan partikel「に」 menunjukan bahwa kamu pergi atau datang dengan sebuah tujuan untuk melakukan sesuatu.

  1. 昨日友達遊びきた
    Kemarin, teman datang ke kegiatan bermain. (Terdengar sedikit aneh)
  2. 昨日友達遊びきた
    Kemarin, teman telah datang untuk bermain.

Ungkapan「楽しみする」 yang berarti “menanti untuk melakukan sesuatu” dibentuk dari tata bahasa yang mirip, namun ungkapan ini  adalah adalah kasus khusus dan harus dianggap sebagai sebuah ungkapan khusus.

Kata kerja lain kadang ditempelkan pada suatu akar kata kerja untuk membuat sebuah kata kerja baru. Sebagai contoh, saat kata kerja 「出す」 ditempelkan pada akar dari kata kerja 「走る」, yang adalah「走り」, kamu akan mendapatkan 「走り出す」 yang berarti “mulai berlari”. Contoh lain termasuk 「切り替える」, yang berarti “mengganti dengan sesuatu yang lain”, dan 「付け加える」, yang berarti “menambahkan sesuatu dengan menempelkannya”. Kamu bisa melihat bagaimana makna yang berbeda dari dua kata kerja digabungkan untuk membuat sebuah kata kerja baru. Sebagai contoh, 「言い出す」 yang berarti “mulai bicara”, menggabungkan arti “bicara” dengan “mengeluarkan”. Tidak ada aturan tertentu disini, kamu hanya perlu mengingat kombinasi-kombinasi kata kerja ini sebagai kata kerja yang berbeda dan berdiri sendiri.

Hal-hal yang tertulis dalam konteks formal seperti artikel berita juga menggunakan akar sebagai sebuah kata kerja penghubung. Kita akan kembali mempelajarinya nanti pada pelajaran ungkapan formal.

Menggunakan 「~ます」 untuk membuat kata kerja menjadi sopan

Kosa Kata

  1. 明日 【あした】 – besok
  2. 大学 【だい・がく】 – universitas, kampus
  3. 行く 【い・く】 (kerja-u) – pergi
  4. 先週 【せん・しゅう】 – minggu lalu
  5. 会う 【あ・う】 (kerja-u) – bertemu
  6. 晩ご飯 【ばん・ご・はん】 – makan malam
  7. 食べる 【た・べる】 (kerja-ru) – makan
  8. 面白い 【おも・しろ・い】(sifat-i) – menarik
  9. 映画 【えい・が】 – film
  10. 見る 【み・る】 (kerja-ru) – melihat

Tentu saja alasan saya memperkenalkan akar kata kerja adalah agar bisa belajar cara menkonjugasi kata kerja ke dalam bentuk sopan atau bentuk masu. Bentuk masu harus selalu berada di akhir sebuah kalimat lengkap dan tidak boleh berada didalam klausa relatif. ketika nanti kita mempelajari kalimat gabungan, kita akan bisa melihat bahwa setiap sub kalimat juga bisa berakhiran dengan bentuk masu.

Untuk mengkonjugasikan kata kerja ke dalam bentuk masu, kamu cukup menempelkan konjugasi-konjugasi 「ます」 yang berbeda pada akar kata kerja tergantung bentuk waktu nya. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel dibawah.

Tabel konjugasi dengan contoh akar 「遊び
konjugasi ます akar+ます
polos ます 遊びます
negatif ません 遊びません
lampau ました 遊びました
lampau-neg ませんでした 遊びませんでした

Contoh:

  1. 明日大学行きます
    Besok, akan pergi ke kampus.
  2. 先週、ルディに会いましたよ。
    Minggu lalu telah bertemu Rudi lho.
  3. 晩ご飯食べませんでしたね。
    Tadi tidak makan malam ya?
  4. 面白くない映画見ません
    Tidak menonton film yang tidak menarik.

Menggunakan 「です」 untuk segala sesuatu yang lain

Kosa Kata

  1. かわいい (sifat-i) – imut
  2. 静か 【しず・か】 (sifat-na) – sunyi, senyap
  3. 【ねこ】 – kucing
  4. とても – sangat
  5. 好き 【す・き】 (sifat-na) – suka
  6. 昨日【きのう】 – kemarin
  7. 時間 【じ・かん】 – waktu
  8. ある (kerja-u) – ada (benda mati)
  9. その – itu (singkatan dari 「それの」)
  10. 部屋 【へ・や】 – ruangan
  11. 先週 【せん・しゅう】 – minggu lalu
  12. 見る 【み・る】 (kerja-ru) – melihat
  13. 映画 【えい・が】 – film
  14. 面白い 【おも・しろ・い】(sifat-i) – menarik
  15. あまり – tidak begitu

Untuk semua kalimat lain yang tidak berakhiran dengan kata kerja-u maupun kata kerja-ru, kamu hanya perlu menambahkan 「です」 atau 「でした」. Kamu juga bisa melakukan ini pada pengganti kata benda (「の」 dan 「ん」) dengan cara memperlakukannya seperti kata benda bisa. Hal penting lain yang harus diingat adalah karakter penegas 「だ」 tidak boleh ditambahkan. Ketika dalam keadaan sopan, kamu tidak boleh terlalu tegas dengan secara langsung menggunakan karakter 「だ」. Seperti halnya bentuk masu, 「です」 harus selalu berada pada akhir kalimat lengkap. Berikut ini adalah tabel konjugasinya.

kata sifat i (tidak boleh menggunakan だ)
Santai Sopan
Polos かわいい かわいいです
Negatif かわいくない かわいくないです
Lampau かわいかった かわいかったです
Lampau-Neg かわいくなかった かわいくなかったです
kata sifat na/kata benda(mungkin harus menghilangkan  だ)
Santai Sopan
Polos 静か (だ) 静か です
Negatif 静かじゃない 静かじゃないです
Lampau 静かだった 静かでした
Lampau-Neg 静かじゃなかった 静かじゃなかったです

※ Harap diperhatikan bahwa 「でした」  hanya untuk bentuk lampau dari kata benda dan kata sifat na. Jangan melakukan hal yang sama untuk kata sifat i. Ingat「かわいいでした」 itu salah!

Contoh

  1. とても好きです
    Mengenai kucing, sangat suka.(Terjemahan yang paling alami adalah seseorang sangat suka kucing, tapi juga ada kemungkinan bahwa kucing lah yang sangat menyukai sesuatu tergantung konteks)
  2. 昨日時間がなかったんです
    Masalahnya adalah kemarin tidak ada waktu.
  3. その部屋あまり静かじゃないです
    Ruangan itu tidak begitu tenang.
  4. 先週見た映画は、とても面白かったです
    Film yang melihatnya minggu lalu, sangat menarik.

※ Kenyataan di lapangan

Saya telah mendengar pada sejumlah kesempatan bahwa konjugasi negatif bentuk tak lampau seperti yang dijelaskan di sini bukanlah konjugasi  “resmi” yang benar. Sebaliknya apa yang dianggap konjugasi yang lebih “benar” adalah dengan mengganti bagian 「ないです」 dengan 「ありません」. Alasannya adalah karena bentuk sopan negatif dari kata kerja 「ある」 bukanlah 「ないです」 tapi 「  ありません」. Karena itulah 「かわいくない」 sebenarnya akan menjadi 「かわいくありません」 dan 「静かじゃない」 menjadi 「静かじゃありません」.

Kenyataan yang sekarang ada di jepang adalah, apa yang dianggap sebagai konjugasi “resmi” harus terdengar sedikit kaku dan formal. Meskipun dalam percakapan normal sehari-hari, Konjugasi yang diajarkan sebelumnya merupakan konjugasi yang hampir selalu digunakan setiap saat, namun saat menulis sebuah karya tulis maka kamu harus menggunakan konjugasi yang lebih resmi. Pada kenyataannya kamu akan sedikit sekali menjumpai konjugasi ini pada percakapan yang sesungguhnya. Saya menyarankan untuk belajar dan menjadi akrab dengan kedua jenis konjugasi ini.

Konjugasi bentuk negatif yang lebih resmi
Casual Polite
Negatif かわいくない かわいくありません
Lampau-neg かわいくなかった かわいくありませんでした
Negatif 静かじゃない 静かじゃ ありません
Negatif-Neg 静かじゃなかった 静かじゃ ありませんでした

Contoh

  1. その部屋あまり静かじゃないですよ。
    Ruangan itu tidak begitu tenang lho.
  2. その部屋あまり静かじゃありませんよ。
    Ruangan itu tidak begitu tenang lho.

「です」 tidak sama dengan 「だ」 

Kosa kata

  1. そう – begitu
  2. 思う 【おも・う】 (kerja-u) – berpikir
  3. はい – ya (sopan)
  4. 答える 【こた・える】 (kerja-ru) – menjawab

Banyak dari kalian yang telah mengambil kelas bahasa jepang mungkin telah diajari bahwa 「です」 adalah bentuk sopan dari「だ」. Saya ingin menujukan beberapa perbedaan mendasar dan alasan mengapa mereka merupakan dua hal yang sepenuhnya berbeda. Sulit untuk sepenuhnya menjelaskan alasan kenapa mereka berbeda tanpa membahas tata bahasa jepang yang masih belum kita pelajari untuk saat ini. Jadi saya hanya menargetkan bagian ini untuk kamu yang sebelumnya telah belajar bahasa jepang dan telah salah informasi bahwa 「だ」 adalah bentuk santai dari 「です」. Bagi kamu yang masih baru tentang ini, kamu boleh melompati bagian ini.

Saya yakin kalian telah mempelajari ungkapan 「そう」. Sekarang, ada empat cara untuk membuat sebuah kalimat lengkap menggunakan pernyataan keadaan bendaそう」 untuk menghasilkan kalimat, “Memang begitu.”

Empat cara berbeda untuk mengatakan “Memang begitu”

  1. そう
  2. そうだ。
  3. そうです。
  4. そうでございます。

そう」 yang pertama adalah menyatakan keadaan benda dengan tersirat, sedangkan「そうだ」 adalah menyatakan keadaan benda dengan tegas. Seperti yang telah kita pelajari pada sesi mengungkapkan keadaan benda, 「そう」 yang bersifat lebih halus dan tidak tidak memaksa biasanya digunakan oleh wanita sedangkan 「そうだ」 yang bersifat tegas dan lebih percara diri biasanya digunakan oleh laki-laki.

そうです」 adalah versi sopan dari 「そう」, dibuat dengan menempelkan 「です」 pada kata benda. 「 そうです」 bukanlah versi sopan dari「そうだ」 dimana 「だ」 diganti dengan 「です」 , saya akan menjelaskan kenapa.

Saat kita hendak membuat kalimat tersebut menjadi sebuah pertanyaan “benarkah demikian?” maka ada beberapa cara untuk melakukannya. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan yang bisa digunakan untuk membuat kalimat tersebut menjadi kalimat tanya. (Tata bahasa ini akan kita bahas pada sesi selanjutnya)

Beberapa cara untuk bertanya “Benarkah demikian?”

  1. そう
  2. そうか?
  3. そうですか?

Seperti yang telah dipelajari sebelumnya  「だ」 digunakan untuk menegaskan tentang apa yang seseorang percayai sebagai fakta. Karena itulah  「そうだか?」 bukan merupakan sebuah cara yang benar untuk bertanya karena akan secara bersamaan mendeklarasikan dengan tegas sesuatu yang diyakini sebagai fakta namun juga malah mempertanyakannya. Kenyataan bahwa 「そうですか」 adalah sebuah partanyaan yang valid, menunjukan bahwa 「です」 dan 「だ」 berbeda secara esensi. 「そうです」 yang menunjukan rasa hormat dan kerendahan hati, sama sekali tidak bersifat tegas dan hanya merupakan versi sopan dari 「そう」.

Selain perbedaan nuansa antara 「だ」 dan 「です」, perbedaan utama lain adalah bahwa 「だ」 digunakan dalam berbagai jenis tata bahasa lain  untuk menggambarkan sebuah klausa relatif. Di sisi lain, 「です」, hanya digunakan pada akhir kalimat untuk membuat versi sopan dari pernyataan keadaan benda. Sebagai contoh, perhatikan dua kalimat berikut. (Tata bahasa ini akan dibahas pada sesi selanjutnya)

  • そう思います
    Saya berpikir bahwa memang seperti itu.
  • そうです思います
    (kalimat yang salah)

Kalimat「そう思います」 merupakan kalimat benar, sedangkan kalimat 「そうです思います」 salah karena 「です」 hanya boleh ada di akhir kalimat. 「です」 hanya boleh berada didalam klausa relatif jika klausa tersebut merupakan kutipan langsung dari apa yang seseorang katakan. Kita bisa melihatnya pada contoh berikut.

  • はいそうです」と答えた

Kesimpulannya, menggantikan 「です」 dengan 「だ」, dengan berpikir bahwa yang satu merupakan versi sopan dari yang lain akan berpotensi menghasilkan kalimat yang secara tata bahasa salah. Lebih baik jika menganggap keduanya sebagai dua hal yang berbeda  (karena mereka memang berbeda).

Daftar Materi Belajar Tata Bahasa Jepang